 |
| Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam Ofrizon |
Pulihkan Akses Transportasi dan Dongkrak Ekonomi, Dinas PUTR Agam Targetkan Proyek Rampung Akhir Tahun 2026
AGAM — Langkah nyata pemulihan infrastruktur terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Agam. Guna mengatasi kerusakan masif akibat bencana hidrometeorologi, Pemkab Agam resmi merealisasikan program perbaikan terhadap 24 ruas jalan strategis. Proyek infrastruktur berskala besar dengan total anggaran mencapai Rp54,46 miliar ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Ofrizon, mengungkapkan bahwa sumber dana proyek ini berasal dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) alokasi pemerintah pusat. Anggaran jumbo tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai 24 paket pekerjaan fisik yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Agam.
Rincian Alokasi Anggaran Ruas Jalan Utama
Proses perencanaan sebagian besar paket dikabarkan telah rampung dan siap memasuki fase eksekusi lapangan. Beberapa titik krusial yang masuk dalam daftar perbaikan antara lain:
- Jalan Simpang Panta–Bateh Bukittinggi (R.07.003): Mendapat alokasi terbesar senilai Rp11 miliar.
- Jalan Peningkatan Simpang Canduang–Simpang Bukik Batabuah (R.13.001): Anggaran sebesar Rp3,5 miliar.
- Jalan Padang Koto Gadang–Tompek Harapan (R.08.002): Anggaran sebesar Rp3 miliar.
- Jalan Ladang Makmur–Tulang Gajah (Kecamatan Palembayan): Anggaran sebesar Rp3 * miliar.
- Jalan Koto Alam–Pasar Batu Kambiang (R.08.008): Anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
- Jalan Simpang Kayu Pasak–Sikabau (R.08.005): Anggaran sebesar Rp2,5 * miliar.
Target Eksekusi dan Instruksi Bupati Agam
Ofrizon menegaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan akan digulirkan secara bertahap mulai akhir Juli 2026. Target besarnya, seluruh infrastruktur jalan ini harus sudah selesai sebelum pergantian tahun.
“Sebagian besar dokumen perencanaan untuk paket pekerjaan sudah tuntas. Pengerjaan fisik dimulai bertahap akhir Juli 2026 dan kami targetkan rampung total pada akhir tahun ini,” jelas Ofrizon saat memberikan keterangan.
Percepatan ini, lanjutnya, merupakan respons cepat atas instruksi langsung Bupati Agam. Kepala daerah meminta seluruh jajaran OPD bergerak taktis mempersiapkan infrastruktur agar dampaknya bisa segera dinikmati oleh masyarakat luas. Dinas PUTR pun terus memacu tahapan administrasi, teknis, hingga kesiapan konstruksi demi menghindari potensi keterlambatan.
Dampak Positif bagi Konektivitas dan Pertanian
Program rehabilitasi ini tidak sekadar menambal kerusakan akibat bencana, melainkan upaya menyeluruh dalam mendongkrak kualitas jalan di Ranah Agam. Peningkatan kualitas aspal dan jalan ini diyakini akan memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mempercepat distribusi hasil panen pertanian ke pasar.
Menutup keterangannya, Kepala Dinas PUTR Agam meminta partisipasi aktif dan dukungan penuh dari segenap lapisan masyarakat selama masa konstruksi berjalan.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat selama proses pengerjaan di lapangan,” harapnya.
Masyarakat juga diimbau untuk memaklumi dan bersabar jika kenyamanan berkendara sedikit terganggu selama proyek berlangsung—seperti adanya pengalihan arus lalu lintas atau aktivitas alat berat. Segala ketidaknyamanan temporer ini merupakan bagian dari proses demi menghadirkan fasilitas jalan yang jauh lebih aman, kokoh, dan berkualitas di masa depan. #KabupatenAgam #InfrastrukturSumbar #Pascabencana #DinasPUTRAgam #BeritaSumbar #PembangunanDaerah #AgamBangkit