Akses Palembayan–Bukittinggi Putus Total untuk Mobil Akibat Jalan Terban 15 Meter

Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat setelah mengalami longsor dan terban akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut

Curah hujan tinggi kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jalur vital yang menghubungkan Padang Koto Gadang (Kecamatan Palembayan) dengan Kota Bukittinggi kini lumpuh total untuk kendaraan roda empat setelah badan jalan mengalami longsor dan terban sedalam 15 meter pada Rabu (24/6/2026).


  1. Kronologi dan Lokasi Utama Jalan Terban
  2. Kondisi Terkini: Hanya Motor yang Bisa Lewat
  3. Jalur Alternatif Agam Turut Lumpuh
  4. Akar Masalah: Dampak Beruntun Bencana Sejak 2025
  5. Upaya Darurat dan Koordinasi Pemerintah

1. Kronologi dan Lokasi Utama Jalan Terban
Peristiwa amblasnya fasilitas publik ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari. Titik longsor terparah berada di kawasan Labuah Sampik, Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat lokal langsung terganggu berat.
2. Kondisi Terkini: Hanya Motor yang Bisa Lewat
Kapolres Agam, AKBP Muari, mengonfirmasi bahwa kedalaman lubang jalan yang amblas mencapai 15 meter. Kondisi ini diperparah oleh topografi area yang dijepit perbukitan, sehingga ruang gerak menjadi sangat sempit. Saat ini, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup, sementara mobil sama sekali tidak diizinkan lewat demi keselamatan.
3. Jalur Alternatif Agam Turut Lumpuh
Bagi pengguna mobil, situasi di lapangan cukup menyulitkan karena tidak ada rute pengalihan yang siap pakai. Jalur alternatif kabupaten rute Koto Alam menuju Lubuk Basung via Batu Kambing (Kecamatan Ampek Nagari) saat ini juga dalam kondisi rusak dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.
4. Akar Masalah: Dampak Beruntun Bencana Sejak 2025
Wali Nagari Salareh Aia, Rizal Islami, mengungkapkan bahwa kawasan Labuah Sampik memang sudah menjadi titik rawan sejak bencana hidrometeorologi besar pada November 2025. Struktur tanah kian labil akibat banjir bandang tahun lalu, disusul longsor lanjutan pada April 2026 yang menyisakan lebar jalan hanya dua meter. Hujan deras pekan ini menjadi pemicu utama ambruknya sisa badan jalan tersebut.
5. Upaya Darurat dan Koordinasi Pemerintah
Pihak Kepolisian Resor Agam telah berkoordinasi dengan Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar mengingat status jalan ini adalah jalan provinsi. Langkah darurat yang mendesak dilakukan meliputi:
  • Pembuatan saluran air guna mencegah pengikisan tebing lebih lanjut.
  • Pengajuan pembuatan jalan darurat/alternatif baru kepada Pemprov Sumatera Barat.
  • Pemulihan akses secepatnya karena jalur ini merupakan urat nadi distribusi barang, layanan publik, dan mobilitas harian warga.
No Comment
Add Comment
comment url