Kisah Haru Ibnu, Siswa SLB di Padang Pariaman yang Kini Bisa Mendengar Lewat Aksi Donasi PKK
| SERAHKAN ALAT BANTU DENGAR— Ketua TP-PKK Kabupaten Padangpariaman, Ny. Nita Christanti Azis, didampingi Bupati John Kenedy Azis, serahkan alat bantu dengan untuk siswa SLB. |
Tanpa Dana APBD, Gotong Royong TP-PKK Padang Pariaman Berhasil Wujudkan Impian Belasan Tahun Remaja Disabilitas
PADANG PARIAMAN — Harapan yang selama ini nyaris mustahil bagi Ibnu (17), akhirnya menjadi kenyataan. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Qalbu, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau ini, kini mulai bisa merasakan indahnya dunia suara. Setelah belasan tahun hidup dalam keheningan total sejak lahir, Ibnu mendapatkan keajaiban melalui alat bantu dengar yang diserahkan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Tim Penggerak PKK Padang Pariaman.
Menariknya, bantuan menyentuh hati ini sama sekali tidak menyentuh anggaran daerah. Fasilitas medis tersebut murni lahir dari gerakan sosial, iuran, dan donasi dari berbagai pihak yang diinisiasi oleh TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman.
Sinergi Tanpa APBD: Bukti Nyata Kepedulian Sosial
Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., menyampaikan bahwa momen ini menjadi bukti autentik kekuatan gotong royong masyarakat. Sinergi ini mampu membawa perubahan konkret bagi kehidupan anak-anak penyandang disabilitas.
"Hari ini kita menyaksikan langsung penyerahan alat bantu dengar untuk anak kita, Ibnu. Setelah diperiksa secara intensif oleh dokter spesialis THT, ternyata ia masih memiliki sisa pendengaran yang bisa dioptimalkan. Alhamdulillah, lewat alat ini Ibnu bisa kembali mendengar dan berbaur dengan warga," tutur Bupati penuh syukur.
Bupati John Kenedy Azis juga menggarisbawahi bahwa seluruh dana pengadaan murni berasal dari kantong jajaran TP-PKK serta para dermawan yang tergerak hatinya.
"Tidak ada satu rupiah pun dari dana APBD yang terpakai. Ini adalah hasil patungan dan donasi bersama. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Ketua TP-PKK, tim dokter THT, nakes, dan seluruh donatur yang terlibat," tambahnya. Ia berharap aksi konkret ini menjadi pemantik bagi gerakan sosial serupa di tempat lain agar anak disabilitas mendapatkan hak kesehatan dan pendidikan yang setara.
Terinspirasi dari Tangisan 'Udin' dan Suara Ayam Berkokok
Di balik aksi cepat ini, ternyata ada cerita mendalam yang menggerakkan Ketua TP-PKK Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis. Ia berkisah bahwa ide gerakan ini bermula saat mendampingi anak disabilitas lain bernama Udin.
Awalnya, keluarga besar Udin mengira anak mereka mengalami ketulian permanen sejak lahir. Namun, setelah dibawa ke dokter THT, medis menyatakan pendengarannya masih bisa diselamatkan.
"Saat alat bantu dengar itu dipasang pertama kali, suara pertama yang didengar Udin adalah ayam berkokok. Dia langsung meneteskan air mata karena terharu. Dari sana saya tersadar, pasti banyak anak-anak lain di luar sana yang bernasib sama tapi belum terdiagnosis dengan benar," ungkap Nita dengan mata berkaca-kaca.
Berangkat dari pengalaman berharga tersebut, TP-PKK bergerak cepat menggandeng dokter spesialis THT untuk memeriksa para siswa di SLB Mutiara Qalbu. Hasil skrining mendeteksi ada tiga siswa yang potensial dibantu, dan Ibnu menjadi prioritas utama karena usianya yang sudah menginjak 17 tahun.
Pesan Penting untuk Orang Tua dan Langkah Terapi Wicara
Ny. Nita Christanti Azis mengimbau para orang tua agar tidak cepat menyerah atau langsung memvonis anak mereka tuli permanen tanpa adanya pemeriksaan medis yang komprehensif dari dokter ahli.
"Banyak orang tua pasrah sejak awal dan tidak pernah memeriksakan kembali kondisi fisik anaknya. Padahal, harapan itu masih ada. Kami ingin gerakan kecil dari Padang Pariaman ini menginspirasi daerah lain untuk melakukan jemput bola ke SLB-SLB," tegasnya.
Meski sudah bisa mendengar, perjuangan remaja 17 tahun ini belum usai. Ibnu dijadwalkan akan segera menjalani tahapan terapi wicara. Mengingat sepanjang hidupnya ia belum pernah mendengar suara manusia, kemampuan bicaranya perlu distimulasi dari awal agar bisa berkomunikasi dua arah dengan lancar.
Proses penggalangan dana hingga pengadaan alat untuk Ibnu ini berjalan sangat singkat, yakni hanya memakan waktu satu hingga dua minggu. Penyerahan bantuan di SLB Mutiara Qalbu ini disaksikan langsung oleh jajaran OPD Pemkab Padang Pariaman, tenaga kesehatan, para guru, orang tua, serta masyarakat setempat yang larut dalam suasana haru sekaligus bangga.
- Siswa SLB Padang Pariaman, alat bantu dengar Padang Pariaman, John Kenedy Azis, TP-PKK Padang Pariaman, Berita Sumbar, SLB Mutiara Qalbu.
#PadangPariaman#BeritaSumbar#DisabilitasMendengar#GotongRoyong#TPPKKPadangPariaman#SLBMutiaraQalbu#InspirasiSumbar